PENGAJARAN

Pengajaran (Bagian 1)

Berdasarkan pembelajaran dari kitab suci,buku-buku rohani serta sejarah gereja.Penulis dan team melihat betapa pentingnya pengajaran dan pembelajaran yang berdisiplin bagi setiap individu terlebih lagi orang percaya,hal ini tidak bisa lagi diremehkan bila setiap orang mau menjalani kehidupan yang terbaik di dunia.

Sebelum kita masuk pembahasan dasar,team akan mencoba menggambarkan bagaimana kehidupan orang-orang yang pernah ada dalam lintasan waktu ini memiliki satu kesamaan yang inti yang jarang bahkan hampir hilang pada generasi sekarang ini yaitu memiliki pergaulan akrab dengan TUHAN sang penciptanya.Team akan memulai dari Adam-Hawa sebagai manusia pertama dari sinilah kita mulai melihat jejak permulaan peradaban manusia,seperti kita ketahui bahwa sangat jelas Adam-Hawa memiliki hubungan yang akrab dengan TUHAN,bahkan setelah kejatuhan Adam-Hawa,kita melihat Adam-Hawa masih memiliki persekutuan dengan TUHAN yang diteruskan oleh Kain,Set lalu kita mendapati alkitab mencatat Henokh hidup bergaul dengan ALLAH dan diangkat oleh ALLAH ke Sorga.Lalu ditulis Nuh hidup bergaul dengan ALLAH,seorang yang benar dan tidak bercela diantara orang-orang sezamannya.Kemudian Abraham,Ishak,Yakub serta keturunannya  disebut sahabat ALLAH dan umat ALLAH karena pergaulan mereka dengan ALLAH.

Juga Musa,Yosua,Samuel,Daud,Salomo,Elia,Elisa,Ezra,Nehemia,Ayub,Yesaya,Yeremia,Daniel,Yunus dan masih banyak lagi nabi yang tercatat di kitab perjanjian lama,yang mana kitab Ibrani mencatat : "...Sebab aku akan kekurangan waktu,apabila aku hendak menceritakan tentang Gideon,Barak,Simson... yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan,mengamalkan kebenaran..." dan mereka inilah yang meninggalkan jejak kehidupan yang memiliki persekutuan yang akrab dengan penciptanya,dan kita dapat melihat sendiri dalam kitab suci dimana betapa maksimal dan berbuahnya kehidupan mereka serta berdampak pada generasinya di dunia dan dalam Kerajaan Allah.

Sekarang kita telesuri jejak yang di tinggalkan pada masa perjanjian baru dimana kita mulai dari TUHAN kita sendiri yaitu TUHAN YESUS dimana TUHAN selalu membangun hubungan dengan BAPA-NYA seperti yang IA katakan : "AKU di dalam BAPA-KU dan BAPA ada di dalam AKU...Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-NYA sendiri,jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya;sebab apa yang dikerjakan Bapa,itu juga yang dikerjakan Anak."Juga kita melihat kehidupan para rasul termasuk Paulus,Filipus,Stefanus,Apolos,Barnabas,Silas,Timotius,Titus serta para jemaat mula-mula dimana ditulis mereka tiap-tiap hari dengan tekun beribadah bersama membangun persekutuan dengan TUHAN serta bertekun dalam pengajaran para rasul.Dan kita dapat melihat betapa kuatnya  mereka menjalani kehidupan,baik dalam keadaan baik ataupun tidak baik.

Lalu apakah setelah masa berakhirnya para rasul maka jejak persekutun intim antara pribadi manusia dengan pribadi TUHANnya juga berakhir?kalau kita melihat di sekeliling kita memang sepertinya telah berakhir,namun apabila kita telesuri jejak pribadi-pribadi(jumlahnya sedikit) yang mau mendisiplinkan diri untuk tidak terhanyut dalam dunia ini melainkan bertekun dalam persekutun pribadi yang intim dengan penciptanya.Kita mulai dari John Huss,Zinzerdoof,Martin Luther,Madamme J Guyon,Wesley bersaudara,Francois Fenelon,Jonathan Edwards dan beberapa orang lagi yang hidup sebelum abad 18,mereka inilah yang membangun hubungan akrab dengan TUHAN  sehingga melalui kehidupan merekalah Kerajaan ALLAH termanifestasi dalam dunia ini dimana kuasa ALLAH sangat nyata dan kebangunan rohani besar terjadi pada zaman mereka.

Pada abad 19 kita mengenal Hudson Taylor,Smith Wigglesworth,Charles G Finney,Kathrin Kuhlman,Aimme S Mc Pearson,John G Lake dan yang lainnya,merekapun memiliki kesamaan inti yakni persekutuannya yang intim bersama TUHAN ,sehingga kebangunan rohani yang besar terjadi serta kuasa-kuasa dan tanda-tanda mujizat terjadi dimana-mana.Dari kehidupan mereka kita melihat jejak akhir dari orang-orang yang telah menjalani kehidupan yang terbaik dan yang inti yakni kehidupan yang bergaul akrab dengan TUHAN sang pencipta.Akhirnya kita dapat melihat dan menarik benang merah(inti) yakni setiap manusia sudah sewajarnya(normal) bila ia memiliki hubungan intim dengan TUHAN yang telah menciptakan dan mengasihinya.Namun mungkin yang mengganjal dalam hati adalah bagaimanakah kita membangun hubungan yang akrab dengan TUHAN? hal ini akan kita bahas pada Pengajaran (bagian 2).
 

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar